Posts

Pale Blue Dot

Image
Ini adalah kisah dan refleksi manusia terhadap kehidupan dan posisi kita dalam alam semesta. Pale Blue Dot atau Si Titik Biru Pucat adalah nama dari sebuah foto menakjubkan yang diambil Voyager 1 dari jarak sekitar 6 milyar kilometer dari bumi. IYA, ENAM MILYAR KILOMETER!
Carl Sagan (astronom) berhasil meyakinkan NASA untuk memutar arah kamera Voyager 1 ke arah bumi. Bagi yang belum tahu apa itu Voyager, bisa di baca di sini : Voyager 1 : Pesan untuk Alien dari Indonesia
Hasil jepretan Voyager inilah yang menarik. Fotonya hanya sebuah gambar dengan resolusi rendah dan banyak distorsi tapi punya makna yang sangat dalam. Carl Sagan kemudian mengajak kita semua untuk merefleksikan diri kita lewat sebuah gambar titik biru pucat, dikutip dari film dokumenter (wajib ditonton nih) Cosmos : A Spacetime Odyssey :
(c) Wikipedia
Di sini. Itulah rumah kita. Itulah kita. Di atasnya, setiap orang yang kau cintai, semua orang yang kau kenal, setiap orang yang pernah kau dengar, setiap manusia yang pern…

Seberapa Tangguh Anies Baswedan?

Image
DKI Jakarta sudah berganti kursi 01 dan 02. Kita tahu dengan baik Provinsi ini selalu dan akan selalu menjadi pusat perhatian media nasional karena selain sebuah Provinsi, di sini juga merupakan pusat pemerintahan negara kita.
Macet!
Banjir!
Korupsi!
Warga Jakarta mulai menuntut pemimpin baru untuk melunasi semua janji-janji saat masa kampanye. Warga Jakarta sudah tidak sabar ingin melihat kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru dengan standar yang sangat tinggi dari periode kepemimpinan sebelumnya. Ini fenomena yang menarik melihat partisipasi aktif warga dalam fungsi pengawasan. 
Transparansi.
Zaman Jokowi, Ahok dan Djarot, pemerintahan DKI Jakarta begitu transparan. Semua data dibuka ke publik. Media-media juga tidak pernah absen meliput di balai kota. Semua gerak-gerik pejabat dimonitor langsung oleh media yang haus akan masalah dan konflik.
Rapat-rapat di balai kota diupload ke Youtube, bisa diakses siapa saja. Rapat-rapat yang fenomenal, membanjiri pemberitaan media-media besar. …

Good Goodbye...

Image
21 Juli 2017...
Saya bangun pagi tanpa alarm karena jam biologis lagi berantakan. Hari ini harusnya saya masuk kerja jam 12 siang dan seharusnya saya masih melanjutkan tidur seperti pemuda pemalas pada umumnya.
Rutinitas kalo bangun tidur bulan ini adalah memanen emas di game Dragon City. Game beternak naga yang pernah menemani hari-hari saya zaman kuliah dulu di Makassar. Sekitar 3 tahun gak main, levelnya masih cupu. Coba kalau terus dimainin selama 3 tahun. Mungkin sekarang naga-naga saya udah besar dan kuat dan saya udah bisa nikah sama Daenerys Targaryen di Game of Thrones.
Jadi... setelah memanen emas di Dragon City, saya buka facebook. Foto Chester Bennington langsung muncul di beranda. Ada seorang teman facebook (iya cuma teman dunia maya, gak pernah ketemu dan kenal di dunia nyata) membuat status tentang kabar duka dari Linkin Park.
Secepat kilat, saya buka twitter (karena pergerakan informasi di twitter lebih 'lancar' dan bisa ditelusuri pakai keyword dan hashtag) bu…

Jangan Naik Bus Ini Saat Mudik!

Image
Seperti janji saya di post 'Tirtonadi! Kamu Berubah!', saya mau cerita tentang perjuangan liburan singkat ke Yogyakarta.
Tanggal 24, 25, dan 26 Juni 2017, sesuai kebijakan kantor, tiga hari itu libur. Sedikit kan? Lebih enak jadi PNS kan yang liburnya panjang? Nah, 3 hari itu saya manfaatkan untuk liburan ke Yogyakarta. Hanya saja khusus menjelang lebaran, memesan tiket transportasi untuk liburan gak bakal segampang hari normal. Berbeda kalau liburannya sudah terencana dari jauh hari sebelumnya.
Tiket kereta api sudah habis di bulan sebelum-sebelumnya. Tiket pesawat mendadak naik. Transportasi apa lagi yang bisa diharapkan untuk perjalanan Jakarta - Yogyakarta? 
Kapal laut? No!
Naik motor? Gak punya motor. Lagian jaraknya jauh. Bikin capek aja.
Naik mobil? Motor aja gak bisa beli, apalagi mobil?
Yang terakhir cuma bus doang.
Berburu tiket!
PT. KAI mengalokasikan tiket tambahan lagi beberapa hari menjelang hari libur lebaran. Sama seperti ritual tahunan SNMPTN, CPNS, server PT. KAI gak…

Tirtonadi! Kamu Berubah!

Image
Jadi libur lebaran kemarin, saya memanfaatkan waktu luang untuk pergi jalan-jalan ke Yogyakarta. Sumpek juga dengan rutinitas kantor-kos-kantor-kos. Iya, hidup saya hanya segitu.
Perjuangan untuk bisa liburan yang cuma tiga hari itu berlangsung cukup epik. Nanti akan saya ceritakan khusus tentang bagaimana saya merasakan arus mudik yang sudah menjadi budaya di Indonesia. Hal yang selama ini cuma saya dengar dan baca di berita-berita nasional, sekarang sudah saya alami sendiri. Seperti kata mas Eminem, 'you'd have to walk a thousand miles in my shoes just to see what it's like to be me.'
Singkat cerita saya sampai di kota Surakarta sekitar jam 1 siang. Kota yang menyimpan kenangan khusus buat saya. Saya turun di terminal Tirtonadi. Zaman kuliah dulu, saya cuma sekali ke sini, itu pun gak lama karena langsung naik bus menuju Yogyakarta.
Tirtonadi! Kamu berubah!

Porter-porter sibuk menawari jasa saat saya turun dari bus dengan rasa penasaran yang lebih besar setelah melihat w…

Petarung Itu Memilih Mengalah Untuk...

Image
"Bapak tidak mewarisi uang ketika beliau meninggal, tetapi beliau mewariskan 'mesin pencetak uang' yaitu putra-putrinya. Kami dididik untuk meneruskan cita-cita bapak yang masih belum terwujud ketika beliau masih muda. Salah satunya adalah menjadi pejabat agar bisa melawan oknum pejabat penyengsara rakyat. Saya juga selalu ingat salah satu pesan yang pernah beliau sampaikan di tahun 1995 ketika saya mengalami kefrustasian terhadap perilaku oknum pejabat. Karena frustasi, saya sempat berpikir untuk pindah kerja ke luar negeri."-Ahok (dalam buku Merubah Indonesia hal. 18)
Ahok adalah sosok fenomenal yang baru saja mengukuhkan namanya dalam sejarah bangsa Indonesia. Mundur jauh ke belakang, saat Ahok muda keluar dari fakultas kedokteran UKI setelah seminggu di sana karena merasa tidak cocok. Jiwa pemberaninya mulai keluar dimana banyak dari kita terlalu takut untuk meninggalkan zona nyaman, terlalu takut pindah jurusan kuliah yang sebenarnya tidak kita sukai.
Perjalanan p…

Basuki Tjahaja Purnama

Image
Sudah lama ingin menulis ini. Dulu pernah ngepost tentang beliau tapi keburu dihapus karena satu dan lain hal.
Hari ini bisa dibilang orgasme kedua bagi orang-orang jahat yang tidak suka dengan Ahok karena memerangi korupsi dan mafia. Orgasme pertama terjadi saat beliau kalah di Pilgub Jakarta. Mafia dan koruptor menggelinjang senang.
Flashback ke Pilgub 2012, nama Basuki Tjahaja Purnama belum menjadi pusat perhatian saat mendampingi Pak Jokowi. Saya sendiri waktu itu belum 'mengenal' pak Ahok. Setelah muncul debat di TV, saya penasaran dengan sosok beliau. Setelah googling sana-sini, akhirnya saya dipertemukan dengan buku 'Merubah Indonesia' di situs ahok.org. Hmmm... seharusnya judul yang tepat 'Mengubah Indonesia' barangkali.

Di buku ini saya mengenal seorang Basuki Tjahaja Purnama dengan keteguhan prinsip-prinsipnya, pemikiran-pemikiran dan visi besarnya untuk Indonesia (yang dipelajarinya dari sosok Ayah). Tidak lupa juga latar belakangnya semasa di Belitung …