Analis Kesehatan dan Perkembangan Teknologi

(c) here

Sekarang menjelang akhir tahun 2014... Sebentar lagi memasuki tahun 2015. Sejak manusia mengenal sains dan teknologi, dunia berubah dengan cepat. Smartphone dimana-mana... Internet dimana-mana... Negara kita masih kalah bersaing dalam persaingan teknologi dalam cakupan global. Bahkan masih menjadi negara konsumen dimana menjadi makanan empuk negara asing yang perekonomiannya melaju pesat. 

Dengan teknologi yang terus berkembang tak terbendung, bagaimana posisi Analis Kesehatan atau yang sebentar lagi berganti menjadi Teknologi Laboratorium Medik (baca di sini Perubahan Nomenklatur Program Studi) di masa yang akan datang?

Seorang dosen saya setiap mengajar selalu menekankan kata 'beli'. Laboratorium Kesehatan di Indonesia, apa-apa harus beli. Apalagi peralatan yang sifatnya disposable atau sekali pakai. Biayanya bisa membengkak. Karena itu tak jarang ada laboratorium yang tetap menggunakan alat yang bisa dipakai berulang kali demi menekan biaya. Bahkan ada beberapa laboratorium (pengalaman pribadi) hanya mendapatkan jatah handscoon dan masker yang terbatas dari rumah sakit. Akibatnya timbul kebiasaan tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat mengambil sampel dari pasien karena ingin menghemat. Di beberapa laboratorium juga masih terdapat beberapa pegawainya yang memang sudah terbiasa (mungkin malas) untuk tidak menggunakan APD saat mengambil sampel dari pasien padahal APD sudah tersedia berlimpah di laboratorium. 

Miris...

Beberapa waktu lalu ada sedikit perbincangan kecil di kampus yang membuat saya 'tergelitik'. 

SEJAUH MANA KETERGANTUNGAN ANALIS KESEHATAN TERHADAP ALAT (TEKNOLOGI)?

Jawabannya adalah sangat... sangat... sangat tergantung. Analis Kesehatan dan alat laboratorium tidak dapat dipisahkan. Sebuah pipet pun tergolong alat. Bayangkan apa yang bisa dilakukan Analis Kesehatan jika di dalam laboratorium tidak tersedia satu pun alat? 

Nah... di zaman yang sedang mengalami perubahan akibat teknologi, kita tidak bisa menghindar. Karena kita bergantung pada alat yang akan terus mengalami revolusi, cepat atau lambat, kita akan mengalami perubahan itu. Hanya masalah waktu. Analis Kesehatan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan teknologi. Laboratorium di negara lain sudah puluhan tahun memeriksa Hb menggunakan Hematology Analyzer, kita di sini masih belum move on dengan yang namanya Hb Sahli (salah lihat).

Berikut beberapa contoh alat laboratorium yang diciptakan karena perkembangan teknologi yang pesat.

1. Vein Locator/Vein Finder
Kita sering disulitkan dengan letak pembuluh darah vena pasien yang susah untuk ditemukan. Biasanya karena obesitas dan kulit yang gelap. Apalagi kalau pasien tersebut harus segera diperiksa darahnya. Sekarang kita tidak perlu khawatir karena telah diciptakan alat yang bisa memperjelas penampakan vena. Tinggal sorot ke lengan atau kaki, maka akan kelihatan pembuluh darah venanya. Pada beberapa laboratorium di Indonesia sudah menggunakan alat ini.

(c) here

Ini videonya...

Ada juga yang portabel, ukurannya seperti sebuah smartphone. Bisa dibawa ke bangsal atau IGD atau ICU untuk proses pengambilan sampel darah.

(c) here

(c) here

Videonya... 


2. Automated Slide Loading
Ini adalah alat untuk mengganti preparat mikroskop secara otomatis. Kita tidak perlu mengganti, biarkan alat yang bekerja sendiri.

(c) here
Videonya... 

3. Automated Slide Stainer
Bayangkan proses pengecatan/pewarnaan preparat dikerjakan oleh mesin atau alat...

(c) here

(c) here

4. Robot Draws Blood
Ini yang paling revolusioner. Sekarang sudah ada alat atau robot yang bisa melakukan venipuncture terhadap manusia, namun di videonya, masih dibantu dengan tenaga laboratorium dalam mengumpulkan sampel darah. Masih semi otomatis.


Baru-baru ini telah diciptakan prototipe robot phelobotomi yang benar-benar full automatic. Namun masih butuh waktu sampai benar-benar siap untuk digunakan pada manusia. Bayangkan di masa depan, robot yang akan mengambil sampel darah.

Selain itu masih ada beberapa alat laboratorium lainnya yang mulai menggantikan metode konvensional yang dikerjakan oleh manusia.

SELAMAT DATANG DI ERA TEKNOLOGI!

5. Playing God (Fiksi)
Sedikit Out of Topic, dalam beberapa film, muncul alat medis yang punya fungsi ajaib. Seperti di film Prometheus, ada alat yang bisa mengoperasi manusia (selamat tinggal dokter bedah). Lalu ada lagi alat yang bisa mendiagnosis penyakit lalu menyembuhkan penyakit tersebut sampai benar-benar sembuh seperti di film Elysium. Atau yang paling ajaib, adalah mencegah penuaan dan kematian.

(c) here

(c) here

Kalau yang ini masih sebatas fiksi. Dengan teknologi yang masih akan terus berkembang, bukan tidak mungkin seluruh fungsi mulai dari perawat, farmasi, analis kesehatan sampai dokter akan digantikan oleh sebuah alat yang bisa melakukan semua tugas sekaligus dari mendiagnosis sampai mengobati.

Comments

  1. Salam, Analis Kesehatan
    Lantas dengan melihat fenomena hal diatas, apakah perlu dilakukan langkah kongkrit untuk mengatasi ketergantungan tersebut??,

    ReplyDelete

Post a Comment

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Jangan komentar pake bahasa gaib.

Popular posts from this blog

Ton Tangkas : Ketika Prajurit TNI AD dari Seluruh Indonesia Berkompetisi

Berapa Banyak Teman yang Ingat Ulang Tahunmu?

LDR : 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Putusin Pacar Kamu