Siapa Pembunuh Angeline Sebenarnya? Terjawab Sudah...

12:06 AM


Tanggal 10 Juni, Netizen dihebohkan dengan penemuan mayat anak kecil bernama Engeline. Kenapa Netizen yang duluan heboh? Karena zaman sekarang, kehebohan dimulai dari internet. Informasi dari internet itu cepat banget, kayak kamu yang ditikung ama temen sendiri. Nah, setelah ditemukan, Netizen (di twitterland) mulai membanjiri lalu lintas tweet dengan hashtag #RIPAngeline, bersama-sama mendoakan Engeline. 

Ada apa ini? Kok pada heboh ya? 

Jadi gini... Engeline dilaporkan hilang sama keluarganya. Pihak keluarga menduga Engelina hilang dibawa lari orang yang tidak dikenal. (SindoNews

Nah, saat itu saya mikirnya ini pasti ulah sindikat internasional perdagangan manusia. Mereka nyulik anak-anak buat dijual. Biasanya kalo sindikat ini yang beraksi, kemungkinan ketemunya kecil karena mereka rapi banget. Yah namanya juga analisa sotoy.

Lagipula, ada banyak anak yang dilaporkan hilang loh. Coba riset kecil-kecilan, berapa banyak anak Indonesia dilaporkan hilang setiap tahunnya? Yang ketemu berapa, yang tidak ada jejaknya sama sekali berapa orang.

Entah apa yang membuat Engeline disorot media massa dengan intens (mungkin karena halaman ini di facebook <<< dihapus). Dukungan pun mengalir. Upaya pencarian dilakukan secara masif. Bahkan dua Menteri sampai datang ke Bali langsung. Padahal ada banyak kasus anak hilang juga loh, Bu... Pak...

FYI (For Your Info), Engeline ini diadopsi sama orang lain (Pria Bule ama istrinya Margriet Megawe) karena orang tua kandungnya (Hamidah dan Rosidi) tidak bisa menebus biaya persalinan waktu melahirkan Engeline. Entah gimana ceritanya mereka bisa ketemu sampe diadopsi segala. Padahal kan Om Bule yang baik hati ini cukup nebus biaya persalinan aja. Engeline juga punya saudara kandung loh... Kakaknya namanya Ina (10 tahun) dan adik kecilnya Aisyah (2 tahun). Kasihan yah, Engeline dipisahkan dari orang tua dan saudara kandungnya. Sampe akhir hayatnya, dia gak pernah tahu siapa orang tua kandungnya, siapa ibu yang melahirkannya. Dia gak pernah tahu di luar sana ada sosok ibu kandungnya yang rela mati demi dia. (detik.com)

Look into her eyes and tell me, what do you see? 

Berikut ini kronologi singkat versi Komnas Perlindungan Anak menurut Tempo :

1. 16 Mei 2015 
Engeline terakhir terlihat di halaman rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali. Investigasi Komnas Anak menyatakan tetangga melihat pintu pagar rumah Angeline terkunci saat itu. "Artinya, hanya orang rumah yang tahu keberadaan terakhir Engeline. Dia tidak keluar," kata Arist. 

2. 17 Mei 2015 
Kakak angkat Engeline, Christina dan Ivon, mengumumkan hilangnya Engeline pada laman Facebook berjudul "Find Angeline-Bali's Missing Child". Mereka memasang sejumlah foto bocah yang senyumnya tampak ceria itu. Keduanya juga mengajak masyarakat ikut mencari Engeline. Masyarakat, dari artis hingga pejabat, geger ikut membantu pencarian bocah malang tersebut. 

3. 18 Mei 2015 
Tiga hari setelah menghilang, keluarga melapor ke Kepolisian Sektor Denpasar Timur. Polisi memeriksa sejumlah saksi, yaitu Margriet (ibu angkat Engeline), Antonius (pembantu sekaligus penjaga rumah), dan seorang penghuni kontrakan milik Margriet bernama Susianna. 

Polda Bali memperluas pencarian di seluruh perbatasan Bali, Banyuwangi, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka juga memeriksa rumah Margareith tiga kali. Pemeriksaan pertama dan kedua selalu dihalangi pemilik rumah. 

4. 24 Mei 2015 
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengunjungi rumah Margariet pada malam hari. Arist menengok kamar tidur Margriet yang juga sering dipakai Engeline. Menurut Arist, rumah itu tak layak huni karena acak-acakan, kotor, dan bau kotoran hewan. Margriet memelihara puluhan anjing dan ayam di rumahnya. 

Di kamar tidur, Arist mencium bau anyir yang berbeda dengan bau kotoran hewan. "Tidak ada seprei terpasang dan ruangannya bau anyir," ujar Arist. Kecurigaan itu segera dilaporkan kepada polisi. 

5. 5-6 Juni 2015 
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengunjungi rumah Margriet dalam kesempatan berbeda. Namun kedatangan keduanya ditolak keluarga Engeline. 

6. 10 Juni 2015 
Polisi menemukan jasad Engeline di pekarangan rumah Margriet. Engeline ditemukan dikubur pada kedalaman setengah meter, dengan pakaian lengkap dan tangan memeluk boneka. Tubuhnya dililit seprei dan tali. 

Oke... udah mulai ngerti ya kronologisnya (versi Komnas Perlindungan Anak sih). 

Sekarang kita akan masuk pada kejanggalan kasus ini (lagi-lagi menurut Komnas Perlindungan Anak) dikutip dari Tempo

1. Keluarga tidak langsung melapor ke polisi pada hari pertama hilangnya Engeline. Mereka justru membuat pengumuman pada laman akun Facebook berjudul "Find Angeline-Bali's Missing Child". 

"Bayangkan, anak hilang, dia malah buat iklan, bukannya melapor ke sekolah dan polisi. Dia tak menghargai pihak sekolah," kata Arist. 

2. Engeline diduga hilang di halaman rumahnya sendiri pukul 15.00 Wita pada 16 Mei 2015. Menurut hasil investigasi Komnas Perlindungan Anak, tetangga rumah yakin Engeline tidak diculik. Musababnya, pagar rumah Engeline terkunci dan ia tidak terlihat ke luar rumah. 

3. Keluarga selalu menghalangi investigasi di rumah Engeline. Arist mengatakan polisi selalu gagal memeriksa kondisi rumah Engeline secara menyeluruh. Polisi hanya memeriksa beberapa ruangan rumah karena dihalang-halangi keluarga. Margriet mengaku terganggu atas pemeriksaan itu. 

Keluarga juga menghalangi Komnas Anak melihat sebuah kamar rahasia di dekat pekarangan belakang, lokasi penemuan kuburan Engeline. Menurut keterangan guru dan tetangga Engeline, mereka sering melihat bocah itu dalam keadaan lusuh dan bau. 

"Dia datang terlambat ke sekolah dan tubuhnya selalu bau. Kadang juga minta makan ke guru," ujar Arist. 

4. Keluarga menolak kedatangan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise yang ingin menyatakan simpati atas hilangnya Engeline. Petugas keamanan melarang Yuddy menemui Margriet. Margriet juga mengaku tak berada di rumah saat Yohana mengunjunginya. 

5. Komnas Perlindungan Anak menemukan rumah Engeline tak layak huni. Menurut Arist, kondisi rumah sangat berantakan dan bau kotoran hewan. Selain itu, ia curiga karena kasur kamar tidur Margriet, yang juga sering dipakai Engeline, tidak dibalut seprei. Ia mencium bau anyir di kamar itu. 

Lantas siapa pelakunya? 

Sebelum Polisi membuat pernyataan resmi, sudah ada keterangan dari Siti Sapurah terlebih dahulu kepada Kompas. 

Anggota P2TP2A, Siti Sapurah menyampaikan bahwa dia sudah melakukan komunikasi dengan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Made Sudana mengenai peristiwa ditemukannya Engeline dalam keadaan tewas. Siti mengatakan Agus mengakui perbuatannya di hadapan penyidik setelah Engeline ditemukan meninggal dunia terkubur di pekarangan rumahnya. Agus tidak mengakui membunuh tapi hanya bertugas mengubur saja.

“Tugas Agus diakui mengubur saja. Katanya ibunya yang melakukan. Dari keterangan awal, Agus hanya mengubur saja. Ibunya masih belum mengaku, sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan,” tambahnya. 


Polisi melalui penyelidikan akhirnya mengatakan bahwa Engeline dibunuh oleh mantan pembantu ibunya, Agus. Disebutkan bahwa Agus melakukan kekerasan Seksual pada Engeline sebelum dibunuh. Kapolresta Denpasar Agung Kombes Pol Anak Agung Made Sudana mengatakan, Agus mengaku membunuh Engeline karena takut bahwa perbuatan cabulnya diketahui oleh keluarga Engeline.


Update : 

Anggota Komisi III DPR, Akbar Faizal, mengatakan bahwa Agus, tersangka pembunuh Engeline, mengaku melakukan pembunuhan karena mendapat imbalan uang Rp 2 miliar dari ibu angkat Engeline, Margriet. 

Akbar mengaku menerima informasi itu langsung dari Agus saat bertemu di Polresta Denpasar, Sabtu (13/6/2015). Akbar datang ke Polresta Denpasar didampingi Wakapolresta dan para penyidik lainnya.


Sementara itu, Polda Bali telah menetapkan ibu angkat Engeline, Margriet Megawe, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelantaran anak. Cuma dituduh menelantarkan anak doang nih...


Ibu Angkat Angeline (c) here
Lihat ekspresi Pria di foto. Bisa tebak apa yang sedang dipikirkannya?

Ada yang ganjil?

Daripada kamu gak bisa tidur karena menebak-nebak mending mari kita sama-sama mendoakan Angeline agar tenang di sisi-Nya. Rest In Peace Dek...

UPDATE :

Margriet ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Penyidik Polda Bali menetapkan Margriet sebagai tersangka pembunuh anak angkatnya sendiri, Engeline. Polisi mempunyai bukti kuat keterlibatan dia dalam pembunuhan tersebut.

Polisi mendasarkan penetapan tersangka Margriet atas tiga alat bukti. Pertama, pengakuan Agus, tersangka pertama pembunuhan bocah yang masih duduk di sekolah dasar tersebut. Bukti kedua, hasil analisis laboratorium forensik. Ketiga, petunjuk di tempat kejadian perkara.


Baca juga :



You Might Also Like

18 komentar

  1. Ternyata masih menjadi tanda tanya mengenai siapa sosok pelaku pembunuhan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Versi Polkis sih udah ada pelakunya setelah penyelidikan yang singkat. Hebat ya Polkis Indonesia, kalah ama luar negeri.

      Delete
  2. Negara ini tidak hari tanpa kriminal, anak kecil yang seharusnya jadi penerus bangsa ini, malah di bunuh secara tidak wajar :( gak kasian apa :(

    ReplyDelete
  3. ditikung temen sendiri juga malah lebih heboh mas. haha

    banyak janggalnya, tapi siapapun pelakunya, saya kira harus dapat hukuman yang pantas karena telah menghilangkan hak hidup seseorang! kalau perlu nyawa dibayar nyawa, kayak di arab. karena udah terlalu banyak kasus yang kayak gitu di indonsia, kali aja dengan hukuman gitu, para calon pelaku mikir-mikir buat ngelakuin pembunuhan atau tindak kriminal lainnya.

    #RIPAngeline

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak mempan sih... Soalnya Indonesia kan gitu.

      Delete
  4. ya ampun tega banget yang membunuh angeline anak kecil yang tidak salah apa-apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak bayi aja dibunuh kok. Orang Indonesia memang gitu

      Delete
  5. ini emang masih dipertanyakan.
    itu pembantu bilang dia cuma disuruh ngubur
    terus selanjutnya berita bilang kalau dia pelakunya
    aneh... mana tindakan keluarga yang ngadopsi juga aneh banget tuh sampe ngehalangi petugas untuk menyelidiki.

    ReplyDelete
  6. Kasihan gadis cilik yang sumpah dia lebih cantik daripada aku. :'(
    Sayang ya..., nasibnya nggak secantik parasnya. Tapi mungkin Tuhan sayang dia. Sehingga ia langsung diangkat menjadi bidadari kecil di Surga. Selamat jalan, Angeline... :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya sih orang baik gak lama-lama di bumi.

      Kamu juga cantik kok #masihmodus

      Delete
  7. Angeline, tenang ya kamu disana :) tuhan lebih sayang kamu :(
    kenapa negara ini begitu kejam, apa tidak ada ke adilan bagi anak ini, semoga cepat selesai masalahnya, biar angeline tenang disana :)

    Selamat jalan adikku tersayang *berkhayal* :')
    #RIP Angeline

    ReplyDelete
  8. tragis. sungguh menjadi ironi.
    menurut gue sih, ini masalah harta. karena nageline kan menjadi ahli waris jugak..
    yang gue nggak habis pikir, cerita dari guru sd nya yang bilang kalau angeline sebelum sekolah ngasih makan 50 ekor ayam dulu. terus dia cuma dikasih minum susu, makanya dia kurus banget. sumpah, itu iba banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya emang ada motif harta. Entahlah, biarkan polkis yang menyelidiki

      Delete
  9. Ini hanya salah satu kasus kekerasan pada anak yang terungkap. Bagaimana dengan kasus-kasus lainnya? Semoga pihak kepolisian juga serius mengungkap kasus lain bukan karena sedang disorot tapi tanggung jawab.
    Anak2 yang harus dilindungi masa depannya malah dihancurkan bahkan dihabisi. Semoga tidak ada lagi Angeline-Angeline lainnya. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, masih banyak kasus lain juga yang sebenarnya perlu diperhatikan

      Delete

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Jangan komentar pake bahasa gaib.

Jumlah Mantan

Google+

Teman-teman Bloggers