Respon Netizen Terhadap Pemblokiran Ganool

11:49 PM

(c) sites.psu.edu

Ganool itu apa sih?

Buat yang belum tahu, Ganool itu adalah salah satu situs penyedia film bajakan dari berbagai negeri dan berbagai genre. Situs ini cukup populer di kalangan netizen yang suka mendownload film gratisan—termasuk saya sendiri #Ngaku

Nah, pemerintah dalam upayanya memberantas pembajakan dan konten-konten berbahaya seperti papah_jahat.3gp dan situs radikalisme (yang tampaknya akan sangat susah perjuangannya seperti memberantas korupsi) di internet hari ini memblokir situs Ganool. Sebelumnya kita tahu di era Om Tiffi, doi memblokir situs juga tapi salah sasaran.

Setelah pemblokiran itu, melalui laman facebooknya, Ganool mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk menghentikan 'layanan' di situs mereka untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Mereka juga sedikit curhat kegalauan mereka karena kena razia Satpol PP Cyber. 


Seperti kita tahu, situs-situs sejenis Ganool tuh ada banyak di luar sana. Kalaupun diblokir semua, bakalan muncul lagi. Ini sama seperti menutup tempat prostitusi. Percuma... bakal muncul lagi tempat-tempat sejenis. Wikileaks yang musuhan ama Paman Sam dan sekutunya aja masih hidup sampe sekarang.

Saya sih sebenarnya gak peduli Ganool mau rugi atau bahkan dipenjara. Yang saya ingin bahas itu respon atau komentar-komentar pada netizen terkait diblokirnya salah satu situs populer yang sering mereka gunakan untuk mendownload film bajakan.

Seperti kata mas @shitlicious, orang-orang gak bakal pernah mengerti sakitnya karya mereka dibajak jika mereka belum pernah mengalaminya sendiri. Bikin musik itu gak gampang. Mulai dari nyiptain lirik, bikin musiknya, rekaman, mastering, dll. Bikin film itu juga gak gampang. Ada proses panjang yang harus dilalui, melibatkan banyak orang, tenaga dan waktu serta biaya produksi yang tidak sedikit. 

Kita rela menghabiskan uang ratusan ribu buat makan di restoran di mall-mall, atau menghabiskan uang untuk beli sepatu mahal, handphone mahal tapi untuk membeli konten asli yang harganya di bawah 100 ribu aja masih ogah-ogahan.

Ada juga yang emang tinggal di daerah yang tidak punya bioskop, kondisi ekonominya memprihatinkan (tapi masih mampu beli paket internet?). Mereka juga perlu hiburan. Ingin menonton film-film bagus karya anak bangsa (maupun anak dari bangsa lain). Beberapa mengeluhkan harga bioskop yang mahal (lihat saja harga bioskop di Jayapura, Papua).

Well, sepertinya kita perlu belajar kembali kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Apakah menonton film atau mendengar lagu masuk dalam kebutuhan primer kita? Apakah tidak menonton film selama sebulan kita bakal mati? Apakah dengan tidak mendengarkan lagu dalam sehari kita bakal mati dalam cuaca dingin?

Pernahkah kalian begitu berhasrat, begitu mengidolakan seseorang hingga rela menabung hanya untuk bertemu dengannya? Orang-orang mengaku ngefans dengan band A, ngefans dengan aktor C, tapi mereka masih menikmati karya mereka secara ilegal. Apakah ini namanya fans? Apakah ini namanya menghargai mereka?

Guys, mereka tuh dapat hidup dari uang hasil penjualan karya-karya mereka. Kalo mereka gak dapat apa-apa karena karyanya dibajak dan disediakan secara gratis, terus mereka mau makan apa? Mereka dapat semangat darimana untuk berkarya lagi? Uang yang harusnya mereka peroleh malah diambil ama pihak-pihak yang membajak karya mereka melalui iklan di situs-situs mereka. 

Saya gak munafik juga, masih pake windows bajakan, pake software bajakan. Tapi mulai sekarang kita harus belajar menghargai karya orang. Minimal dari yang murah-murah dulu. Beli lagu seharga 10 ribu juga gak berat-berat amat. 

(c) blogs.shu.edu

Pertanyaannya adalah sudah siapkah masyarakat Indonesia menikmati karya-karya original? Berikut ini beberapa respon atau komentar orang-orang terkait pemblokiran ganool.











Itu dia beberapa komentar dari para netizen dan para penikmat film bajakan. Hanya segitu aja yang saya ambil karena ada 2000'an komentar. *puyeng* Topik ini lumayan berat untuk dibahas karena pro dan kontranya juga hampir seimbang. Semoga masyarakat Indonesia mulai membenahi mental dan membudayakan membeli konten original.

Apa tanggapan kalian tentang upaya pemerintah memberantas konten-konten ilegal yang melanggar hak cipta dan merugikan para creator?

"The easiest way to stop piracy is not by putting antipiracy technology to work. It's by giving those people a service that's better than what they're receiving from the pirates.Gabe Newell

You Might Also Like

0 komentar

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Jangan komentar pake bahasa gaib.

Jumlah Mantan

Google+

Teman-teman Bloggers