Telkomsel-Zone

2:34 AM


Kalau dalam sebuah hubungan ada yang namanya LDR-Zone, Friend-Zone, Kakak-Ade'an-Zone, Kita-Jalani-Saja-Dulu-Zone, dan Beda-Agama-zone, maka ada lagi hubungan yang namanya Telkomsel-Zone. 

Telkomsel-zone ini adalah hubungan percintaan antara seorang manusia dan Telkomsel. Saking cintanya ama Telkomsel sampe gak mau pindah ke operator (atau provider-entah apa sebutan yang tepat) lain. Bayangin, saking cintanya sampe gak mau milih operator yang lain. Padahal ada banyak operator lainnya. 

Selain itu, ada juga yang menggunakan Telkomsel bukan karena cinta, tapi karena terpaksa. Di Indonesia, hanya Telkomsel yang punya jaringan terluas. Sampe pelosok-pelosok Papua sana, yang masuk duluan sinyalnya itu ya sinyal Telkomsel. Jadi wajar orang-orang di sana pake Telkomsel. 

Tapi... faktanya, ada beberapa daerah yang HANYA punya jaringan Telkomsel. Sinyal 3, Indosat, IM3, Smartfren, itu gak ada. Jadi orang pake Telkomsel cuma karena adanya itu doang. Mereka gak punya pilihan lain. Sebenarnya gak ada masalah. Orang di pelosok-pelosok tuh sudah bersyukur banget dapat sinyal buat telpon ama SMS. Mereka udah bahagia sekali. Terima kasih Telkomsel yang begitu perhatian dengan membangun BTS-BTS di pelosok-pelosok dan pulau-pulau terluar Indonesia.

Masalah muncul ketika internet mulai mencengkram Indonesia. Sebagaimana perkembangan infrastruktur lainnya, internet berkembang duluan dari pulau Jawa, lalu menyebar ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan terakhir Papua. Orang-orang mulai melihat internet sebagai sebuah kebutuhan di zaman sekarang. 

Telkomsel pun hadir menawarkan internet kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil. Hanya Telkomsel yang peduli pada mereka. Orang-orang di sana bisa menikmati internet berkat Telkomsel. Saya aja pertama kali mengenal internet karena Telkomsel sekitar tahun 2008. 

Namun orang-orang mulai gerah karena Telkomsel membeda-bedakan tarif internet berdasarkan wilayah atau zona. Lagi dan lagi, Indonesia Timur menjadi wilayah dengan tarif yang tinggi. Mungkin ini tidak akan jadi masalah kalau di sana ada operator lainnya yang menawarkan harga yang bersaing seperti di pulau Jawa. Tapi di sana HANYA ada Telkomsel, guys. Mereka harus menerima kenyataan bahwa tidak ada pilihan lain selain Telkomsel. 

Kenapa Telkomsel yang menjadi pemain tunggal (monopoli) di daerah-daerah terpencil menerapkan tarif seperti itu? Kenapa tidak disama-ratakan saja di seluruh Indonesia? 

Telkomsel punya jawaban sendiri. Bisa dibaca selengkapnya di sini... (Alasan Tarif Data Telkomsel Dipatok per Zona

Akar permasalahannya sama seperti kenapa harga barang di Papua lebih mahal dari harga barang di Jawa. Yep, ini hanya masalah transportasi, distribusi barang. Telkomsel butuh biaya yang berbeda-beda untuk membangun dan memelihara BTS di tiap-tiap wilayah atau zona. 

Ada yang bilang kenapa tidak disubsidi aja sama pemerintah. Well, lebih baik dananya digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya seperti pelabuhan, bandara, tol laut, jalan raya, listrik, kereta api, dll. Kalau semua itu terpenuhi, harga barang bisa ditekan. Otomatis, tarif internet juga bisa lebih murah. 

Jadi mari kita bersama membangun Indonesia, terutama Indonesia bagian timur, wilayah pedalaman dan terluar. Caranya cukup jangan korupsi saja. Untuk yang tidak punya pilihan lain selain menggunakan Telkomsel, sabar saja, bro... 

You Might Also Like

0 komentar

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Jangan komentar pake bahasa gaib.

Jumlah Mantan

Google+

Teman-teman Bloggers