Saya Gak Anti Gay, Cuma Takut Aja!

2:21 AM


Beberapa hari yang lalu, saya iseng bikin akun di beberapa aplikasi chat gitu, salah satunya BeeTalk. Setelah melengkapi data diri dan lokasi, saya nyari-nyari cewek-cewek pake fitur Look Around di aplikasi BeeTalk. Ya, namanya juga usaha. Siapa tahu ada cewek yang khilaf, terus mau diajak nikah. (Umur sudah tua, sudah saatnya memikirkan pernikahan).

Ternyata yang di sekitar lokasi saya, paling banyak sudah punya pasangan atau sedang menjalin hubungan. Untungnya BeeTalk bukan aplikasi yang secara spesifik bertujuan untuk mencari jodoh. Kalo ada aplikasi chat 'cari jodoh' terus ada orang yang masang status 'sedang menjalin hubungan' rasanya pengen saya spam dengan iklan viagra. Kan ngeselin... Ngapain bikin akun yang udah 'taken' di aplikasi cari jodoh? Ngapain????

Tapi bukan itu intinya...

Nah, karena cewek-cewek tadi rata-rata udah punya pasangan, saya jadi tidak punya motivasi lagi untuk bertahan di dunia BeeTalk. Saya jadi malas ngecek BeeTalk. Akhirnya aplikasinya dianggurin, gak dibuka-buka lagi. 

Semua berubah ketika di suatu pagi yang cerah, masuk notifikasi dari BeeTalk. Ada seseorang yang meminta pertemanan (dia orang pertama yang mau berteman di BeeTalk dengan saya). Saya jadi ge-er, ternyata saya tidak jelek-jelek amat. Dengan rasa penasaran dan percaya diri yang tinggi, saya buka aplikasi BeeTalk dan ternyata notifikasi tadi berasal dari akun yang bernama Sakti.

Saya kecewa. Tidak ada cewek yang namanya Sakti. Sudah jelas ini pasti laki-laki. Jadi dia menemukan akun saya berdasarkan lokasi. Kami berdua berada di satu kota yang sama. Begitu saya dan Sakti ini sudah berteman di BeeTalk, dia langsung ngechat, bertindak agresif...


Ini orang sok akrab banget. Langsung nanya tempat tinggal dan segala macam. Firasat saya jadi buruk. Kayaknya orang ini mau ngeprospek MLM atau mau merekrut anggota teroris buat bom bunuh diri. Sebagai orang Indonesia yang baik, saya mencoba ramah dan berpikir positif. Mungkin orang ini butuh bantuan atau lagi nyari orang buat diwarisin hartanya. Akhirnya saya merespon walau dengan singkat dan terkesan seperti cewek-cewek jutek yang suka jual mahal. Merasa mendapatkan respon positif, si Sakti ini langsung mengutarakan maksud dan tujuannya yang sebenarnya. 

Awal dari percakapan yang penuh dosa, penuh maksiat...





WHAT THE FAK, DUDE!!! Pertanyaannya bikin saya syok. Ini pertama kali dalam hidup saya ditodong pertanyaan menohok seperti itu oleh seorang laki-laki (tadinya sih berharap perempuan). #mesumdetected. Ini terlalu vulgar, viral, menjijikan dan merusak orientasi seksual. Sekali lagi, saya mencoba ramah kepada si maho ini alih-alih langsung menjual hape saya dan mengganti kewarganegaraan. Saya harus menunjukkan kalau sebagai orang Indonesia, kita harus bersikap ramah kepada semua jenis manusia, termasuk kaum gay. 




Untuk semua kaum gay di luar sana, saya tidak menganggap kalian sebagai sampah masyarakat. Saya tidak melihat kalian setara dengan hal-hal menjijikkan yang harus dihindari. Kalian juga manusia, kita satu spesies dan mungkin juga (siapa tahu) kita punya hubungan keluarga kalau mau ditelusuri. Saya tidak masalah berteman dengan gay. Hanya saja...

Please...

Jangan menggoda kami (pria-pria normal) apalagi bersikap tidak sopan seperti Sakti tadi. Jangan memaksa pria normal untuk kepuasan seksual kalian. Dan yang paling penting, tolong jangan culik dan perkosa kami. Kelakuan seperti ini, yang membuat saya menjadi khawatir dan takut dengan kaum gay. 

You Might Also Like

6 komentar

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Jangan komentar pake bahasa gaib.

Jumlah Mantan

Google+

Teman-teman Bloggers