Basuki Tjahaja Purnama

10:41 PM

Sudah lama ingin menulis ini. Dulu pernah ngepost tentang beliau tapi keburu dihapus karena satu dan lain hal.

Hari ini bisa dibilang orgasme kedua bagi orang-orang jahat yang tidak suka dengan Ahok karena memerangi korupsi dan mafia. Orgasme pertama terjadi saat beliau kalah di Pilgub Jakarta. Mafia dan koruptor menggelinjang senang.

Flashback ke Pilgub 2012, nama Basuki Tjahaja Purnama belum menjadi pusat perhatian saat mendampingi Pak Jokowi. Saya sendiri waktu itu belum 'mengenal' pak Ahok. Setelah muncul debat di TV, saya penasaran dengan sosok beliau. Setelah googling sana-sini, akhirnya saya dipertemukan dengan buku 'Merubah Indonesia' di situs ahok.org. Hmmm... seharusnya judul yang tepat 'Mengubah Indonesia' barangkali.


Di buku ini saya mengenal seorang Basuki Tjahaja Purnama dengan keteguhan prinsip-prinsipnya, pemikiran-pemikiran dan visi besarnya untuk Indonesia (yang dipelajarinya dari sosok Ayah). Tidak lupa juga latar belakangnya semasa di Belitung dan perjalanan politik Pak Ahok dari nol.

Di Belitung, Pak Ahok sudah diterpa isu SARA dengan hebat. Mulai dari isu kristenisasi sampai ya seperti yang sekarang terjadi di Jakarta. Bagi beliau, itu bukan hal baru, sudah dirasakan sejak di Belitung. Hal itu pula yang mendasari beliau mengingatkan lagi sewaktu di Kepulauan Seribu.

Saya juga menemukan video 'Fight Like Ahok' di Youtube yang menggambarkan dengan nyata perjuangannya di dunia politik untuk membantu masyarakat sampai ada adegan dimana dia diminta menyetor sejumlah uang untuk Partai sebagai syarat untuk maju dalam Pemilihan Legislatif (menjadi anggota DPR) Hahaha... Di video (film pendek) itu, menarik aja melihat seorang Ahok menjelaskan dan mendidik saya tentang politik yang bersih dan jujur, gimana pemahaman beliau soal membantu orang banyak dan melawan oknum-oknum koruptor.

Nih videonya (ada 2 part)...




Lalu ada video yang paling saya ingat waktu Pak Ahok di DPR RI bicara soal KPU dan Pemilu... (jangan salah fokus ke Nurul Arifin ya).


Sekarang, Pak Ahok menjadi perhatian seluruh Indonesia (bahkan mungkin melebihi Presiden Jokowi), trending topic dimana-mana. Semua orang membicarakan beliau dari yang mendukung, mengkritik, sampe mencaci maki.

Basuki Tjahaja Purnama hanya seorang manusia biasa. Beliau bisa salah, bisa khilaf. Semua kata-kata kasarnya selama ini sebenarnya ditujukan untuk koruptor dan mafia. Ahok adalah sosok menakutkan bagi mereka. Suka atau tidak suka, Ahok adalah sosok yang bersih dan transparan. Beliau sosok anti korupsi yang nyata di Indonesia. 

Berikut beberapa hal yang membuat Basuki Tjahaja Purnama menjadi sosok yang saya kagumi.

1. Pembuktian Harta Terbalik

Sejak di DPR, beliau sudah ngotot untuk mewajibkan pejabat dan calon pejabat untuk ikut pembuktian harta terbalik. Sayangnya sampai hari ini belum kesampaian. Pembuktian harta terbalik masih belum menjadi kewajiban untuk semua pejabat dan calon pejabat 


2. Melarang Iklan Rokok

Saya kurang tahu daerah lain yang melarang iklan rokok selain DKI Jakarta. Kenapa sih dengan iklan rokok? Iklan doang kok dilarang? Baca di sini : Rokok Membunuh Indonesia

Well, setelah dia gak menjabat, semoga iklan rokok masih akan dilarang.


3. Pemerintahan yang Transparan

Selama menjabat Wakil Gubernur dan Gubernur Jakarta, Pak Ahok bersama Pak Jokowi telah meletakkan dasar pemerintahan yang transparan. Data-data Pemprov DKI seperti APBD, data ekonomi, data pendidikan, sampai gaji dan insentifnya sendiri bebas diakses publik. Open data ini berguna sekali untuk penelitian-penelitian. Rapat-rapat diupload ke Youtube yang mana jadi materi pembelajaran orang awam seperti saya untuk sedikit tahu tentang pemerintahan.


4. Gebrakan Baru

PTSP, PPSU, Smart City, Clue, dll adalah gebrakan-gebrakan positif di kota Jakarta. Saya merasakan langsung manfaat PPSU, Clue, dan PTSP. Bagaimana hal-hal yang 'kuno' diperbarui mengikuti kemajuan Zaman. PNS DKI Jakarta pun kecipratan 'perhatian' dari pak Ahok. Kita tahu gaji PNS DKI Jakarta jumlahnya besar. Tujuannya biar tidak korupsi dan kinerja semakin baik. 

Siapa yang tidak mau punya pemimpin yang meperhatikan kesejahteraan pegawainya?


5. Pembenahan Transportasi Publik

Pak Ahok serius membenahi transportasi publik khususnya Transjakarta. Saya pernah naik Kopaja sekali dan ga berminat lagi naik Kopaja. Tapi begitu sekali naik Transjakarta, langsung merasa nyaman. Ribuan armada Transjakarta diperbarui dengan standar yang 'benar'. Dan yang paling penting, warga Jakarta dengan kategori Lansia, veteran, Disabilitas, PNS DKI, Pensiunan PNS DKI, PPSU, warga rusun, anak sekolah pemegang KJP, sampai TNI/Polri, GRATIS naik Transjakarta.

IYA GRATIS!!!

Saya aja yang naik Transjakarta dengan harga 3.500 saja senangnya luar biasa apalagi yang gratis? Bisa keliling Jakarta sampai kaki pegal-pegal.


Masih banyak lagi kebijakan dan gebrakan-gebrakan bagus yang dibuat seorang Ahok selama menjabat sebagai Bupati dan Gubernur yang tidak saya sebutkan. Biarlah warga Jakarta yang merasakan dampaknya. 

Basuki Tjahaja Purnama divonis 2 tahun penjara. Ada yang gembira, ada yang bersedih, ada yang kecewa, ada yang marah. Orang jujur dan bersih dimusuhi bersama. Inilah potret Indonesia saat ini. 


You Might Also Like

0 komentar

Berkomentarlah yang baik dan sopan. Jangan komentar pake bahasa gaib.

Jumlah Mantan

Google+

Teman-teman Bloggers